
|
Kau Tetap Sahabatku
Senin, 02 April 2012 @ 05.35 | 0 Comment [s]
kau tetap sahabat ku Mentari dan Rembulan , mereka saling melengkapi. Ketika habis masa mentari bersinar , kemudian disambung pancaran indah dari rembulan. Mereka selalu rukun , coba lihat! mereka tidak pernah bertengkar jika bertabrakan saat bertemu senja . yaitu penghubung antara datangnya mentari dan rembulan . Begitulah mereka yang selalu bersahabat . nah, bagaimana pula persahabatan di bumi? pasti juga ada persahabatan yang terjalin , dengan bersama sama melewati suka-duka yang terjadi . Kisah persahabatan Yorer dan Dika . Mereka bersahabat sejak awal smp . dan ketika sma pun juga bersama . namun , kebersamaan mereka tidaklah membuat mereka menjadi maho. mereka juga tau diri akan masalah pribadi mereka . namun juga , sahabat adalah sahabat dan tidak dapat diganggu gugat lagi . Yorer tak lain adalah anak pemilik Cafe . Cafe ini cukup terkenal "Laluna d'house" .Ia kaya raya , apa yang ia mau dapat dengan mudah ia raih . Lain hal dengan Dika , yang hanya anak seorang sol sepatu . Jika ia ingin mendapatkan sesuatu , ia harus bekerja untuk meraihnya Yorer yang kaya raya bersikap egois dan pendendam , sedangkan Dika bersikap ramah dan pemaaf . Sikap mereka benar benar 180 derjat bertolak belakang . Entah mengapa mereka bisa bersahabat , dan hanya merekalah yang bisa menjawabnya. Pernah ketika , Dika menolong anak yang tersesat dan hendak membawa pulang anak itu ke ibunya , ia malah di sangka sebagai pencuri anak tersebut .Mendengar itu hati Yorer pun terasa panas , dan ia bersikeras ingin memberi pelajaran kepada ibu yang galak menuduh sahabatnya itu . Tanpa pikir panjang Yorer menghadang ibu ibu itu yang hendak pergi ke kantor polisi . "Hei anda . dimana letak hati anda itu ha? dimana rasa terima kasih anda? Bukannya minta maaf , malah berlaku demikian . coba jika anak anda tidak dia temukan , apa anda sadar itu?" Yorer berteriak ditengah keramaian sambil menunjuk nunjuk ibu ibu yang tampak tak terima atas perlakuan anak kurang sopan itu padanya. "Berani kamu berkata begitu .. anda tidak tau saya? saya istri dari seorang pengacara terkenal . saya bisa membuat sahabat anda bahkan anda sekalian tidak bisa berkutik."tantang ibu ibu itu dengan nada tak kalah kerasnya . "Sudahlah Yorer tak apa, kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin saja" Dika menarik tangan Yorer, dan tak lupa ia meminta maaf atas kejadian tersebut . dengan berat hati ibu ibu itu akhirnya mau memaafkannya. Setelah beberapa hari barulah Yorer bisa memaafkan tingkah laku ibu tersebut . walau dengan berat hati memang..karena , dika selalu menasihatinya bahwa dendam itu tidak ada gunanya . toh , semua juga sudah berlalu . nah , saat perkataan ini Yorer selalu membantah . "Kamu selalu begitu .. senang melihat dirimu tertindas begitu ." Yorer , tidak mau kalah atas pembelaannya tadi. "Bukan begitu Yo.. tapi tidak perlu dengan kekerasan kan ? dia cewek lo yo.." Dika tersenyum menjelaskan kepada Yorer.
teng... teng.. teng...
"ya sudahlah , ayo kita ke kelas , bel sudah dibunyikan bukan? dan masalah tadi semua yang berlalu biarkan lah berlalu" Dika , mengangkat kepala tanda mengajak nya pergi.
"hah..sebaiknya kamu katakan itu pada guru nanti . jika ditanyai pelajaran minggu lalu , semua yang berlalu biarkanlah berlalu . karena membosankan jika mengingatnya."
Mereka tertawa terbahak bahak dan segera ke kelas . dengan santai , telah melupakan kejadian yang membuat mereka gelisah terutama Yorer .
Persahabatan yang berjalan 4 tahun itu tiba tiba kandas , karena sikap egois ayah Yorer, yang melarang Yorer berteman dengan anak kelas bawah . Seharusnya Yorer juga berteman dengan anak anak kelas tinggi seperti anak pejabat dan lain sebagainya.
Tapi hal itu tidak membuat jera Yorer yang masih tetap mempertahankan persahabatannya dengan Dika .
Sungguh sudah lama mereka bersahabat , tidak bisa seenaknya hancur begitu .
Dengan demikian Yorer benar benar tidak mengacuhkan ayahnya saat itu juga .
Dengan keegoisan Yorer itulah membuat ayahnya bertindak lebih jauh lagi . bahkan ia sampai mendatangi keluarga Dika dan memberitahu semuanya kepada orang tua Dika dengan ancaman yang cukup kuat layaknya sang penguasa.
Dika benar benar tidak bisa pikir panjang , ia terpaksa menuruti perkataan ayah Yorer dari pada ayahnya dibunuh .
"Woi mas bro... !" Dika terkejut tiba tiba yorer ada di belakangnya dengan senyum lebar.
"ah .. aku harus segera ke perpus sudah ya.. " Dika berlari meninggalkan Yorer yang terpaku sendiri.
(hah? kenapa anak itu? tumben aneh sekali... apa jangan jangan?) fikir yorer dalam hatinya.
hah? itu dia Dika .. aku harus segera bicara dan mendengar semua darinya. Yorer kaget melihat sosok Dika yang baru keluar dari kelas , kan padahal ia dari perpus. cepat amat nyampenya..
"Dika .. tunggu aku mau bicara!" setengah berlari Yorer mengejar Dika.
"ah .. Yorer , ada apa? ehm.. anu ,, eh aku lagi sibuk ni .. udah yaa" dengan mengelak dika berjalan cepat meninggalkan Yorer.
(Brengsek! sudah aku duga pasti ayah inti dari semua ini!)
"Ayah!! apa yang ayah lakukan?" Yorer berteriak masuk ke rumahnya tanpa salam atau apalah dulu.
"hai putraku .. ada apa?" tidak terlihat wajah bersalah sama sekali dari wajah ayah Yorer.
"Sudahlah .. jangan mengelak lagi ...ayah pelaku ini semua kan? ayah buat persahabatan yo sama dika ancur kan?" dengan marah Yorer mencengkram krah ayahnya tinggi tinggi..
Saking lama perdebatan itu terjadi , ayah Yorer memutuskan untuk segera ancaman yang ia berikan pada dika dilaksanakan oleh anak buahnya.
Saat itu dika bersama ayahnya tengah berjalan jalan sepulang dari pasar menemani ayahnya bekerja.
tiba tiba saja dari arah belakang datang mobil dengan kecepatan tinggi yang hampir menabrak ayahnya itu , namun itu enggan terjadi karena dika telah dahulu mendorong ayahnya dan membiarkan dirinya terlindas sedan hitam yang entah siapa pemiliknya itu .
Tidak lama setelah dibawa ke rumah sakit Dika telah dahulu dipanggil sang kuasa .
Semua keluarga dika tampak begitu terpukul akan kejadian itu..
Yorer terpaku membisu dengan wajah pucat pasi dan terus memandung batu nisan yang betuliskan "Muhammad Radika" ia tidak menangis , histeris , bahkan kegilaan yang biasa terjadi di kalangan lain . namun ia hanya diam dan terus membeku .Ia benar benar tak percaya apa yang terjadi kali ini . ini merasa dadanya begitu panas setelah mengetahui mobil yang menewaskan sahabatnya itu adalah mobil anakbuah ayahnya sendiri .ia tak habis pikir segitu busuk nya ayahnya hingga tega berbuat begitu .
Sehabis pemakaman , ibu dika memberi surat kepada Yorer yang katanya dika menitipkannya saat di rumah sakit itu .
kepada Yorer
Saat mentari menari , rembulan pun bernyanyi ria
saat mentari hilang , rembulan datang pengganti ceria
Yo.. senang sekali bersahabat dengan mu selama ini .
jujur, bukan karena harta aku ingin berteman denganmu.
bukan karena ingin terkenal akan kekuasaanmu.
aku pernah bermimpi memiliki sahabat sejati . bagaimana sih rasanya?
lagian, apa ada orang yg mau bersahabat dengan orang miskin , kucel , tiada berguna seperti ku ini? ku fikir itu semua hanya mimpi , hingga suatu saat kamu hadir sebagai sahabat yang sangat berharga. memang ku akui kamu begitu egois...
tapi jauh di hatimu paling dalam kamu itu sangat baik sekali ...
sungguh aku benar benar bangga kepadamu .
Kita sangat jauh berbeda bagai langit dan bumi ..
tapi persahabatan itu membuat kita seperti mentari dan rembulan yang tidak pernah terpisahkan.
Lihat ! sikapmu dan sikapku .. sungguh benar benar bertolak belakang bukan?
mungkin itu Tuhan ciptakan agar kita saling melengkapi.
saat airmata datang , tisu selalu siap menunggui ..
saat hujan datang , atap selalu setia menampung..
namun , ketika mereka bersatu ..bongkahan batu menghantam dengan kasarnya...
begitu kejam dunia hingga rela kesatuan yang ada itu hancur dengan gangguan yang datang tiba tiba..
apa itu cobaan? ujian...atau bahkan hukuman...
Tapi aku yakin .. Tuhan pasti bisa menggantikannya dengan sejuta kesatuan yg lebih berarti nantinya.
Bagaimana pun kamu dan aku yo..
aku selalu menganggapmu sahabatku selamanya..
tak terhalang oleh waktu dan kekerasan dunia..
kau tetap sahabat ..
selalu dan selamanya
Salam , Dika
|
The Disclaimer underlined, bold blockqoute
Navigations! Let's Talk!
The Credits!
Template by : Shanti Maurery
Basecode by : Kanega Full Edited : Shanti Haryani
|