
|
Aku Kamu dan Dia
Senin, 26 Maret 2012 @ 18.10 | 0 Comment [s]
aku kamu dan dia Telah banyak kita dengar bahkan lihat kisah kasih di kalangan makhluk hidup di bumi ini . ada yang berakhir tragis , menyedihkan , membahagiakan , dan menakutkan . Begitu pun dengan yuka murid smu nusa bangsa di jakarta . yuka adalah seorang murid yang sangat ceria yg setahu teman nya . yuka tidak sendiri , namun memiliki 2 orang sahabat sedari kecil , yaitu amara dan satria . amara berwatakan tegas namun hatinya lembut , dan satria seorang laki-laki dan sahabat yang berwatakan pendiam , populer , namun hatinya juga lembut . satria juga lelaki yang tidak terlalu mementingkan perasaannya , sehingga orang disekitarnya merasa kecewa . ia tidak banyak mendekati diri dengan wanita , kecuali yuka dan amara . Sebagaimana kisah cinta lain , tentu cerita ini juga mempunyai kisah cinta yang menarik . yuka yang bertubuh ramping dan berambut ikal sebahu mempunyai suara yang sangat merdu , hingga banyak produser yang menawarkannya bekerja sama , namun hal itu tidak memikat hatinya . walau yuka telah berusaha dibujuk oleh banyak temannya . namun yuka selalu berkata "aku hanya ingin menjadi diriku sendiri" . dengan demikian membuat banyak temannya merasa yuka itu sombong dan egois , padahal yuka tau itu demi kebaikannya sendir.. Entah sejak kapan , perasaan di hati yuka mengenai satria mulai berubah dari sahabat menjadi butir-butir cinta . Ingin sekali rasanya yuka menyatakan perasaannya , tapi melihat sikap satria yang telah banyak ditembak wanita lain namun selalu ditolaknya dengan sinis . itu lah yang membuat percaya diri yuka menjadi ciut . Ketika itu terjadi , ketika itu pula amara mengakui perasaannya kepada satria namun meminta pendapat terlebih dahulu kepada yuka . yuka tersentak kaget mendengar pengakuan amara , ingin sekali ia juga jujur dengan perasaannya namun ia tak mau membuat persahabatan yang mereka bina selama ini hancur . "kamu yakin kamu benar benar mencintai dia, amara?" yuka memutuskan mempertanyakannya , walau suaranya telah bergetar . "se..sebenarnya perasaan ini sudah lama aku rasakan . tapi , kamu tau sendirikan bagaimana sikap satria?tapi ,, tapi perasaan aku tidak salahkan ??" amara berkata dengan menunduk . "aku tidak pernah menyalahkan perasaanmu , bahkan mungkin satria juga sependapat" yuka berkata dan mulai menerawang jauh . "baiklah , aku benar benar menyukainya , bahkan mencintainya" kalimat itu membuat yuka tersentak dari lamunannya . "tapi .. apakah satria tidak akan marah , dan kamu apa kamu tidak membenciku ?" .sambung amara "hei , kenapa aku membencimu?ingat kita ini sahabat , jadi yang terbaik untukmu itu juga untukku". yuka berusaha tersenyum . "maaf ,, aku kira kamu juga menyukainya.. " perkataan amara membuat sesak di dada yuka dan ketika itu pun amara langsung memeluk yuko . "kamu tau? sahabat itu selalu abadi . jadi seperti apapun kita nanti , janngan pernah berkata aku tidak mengenalmu , ok?" .. "ya , aku tau .. dan selalu tau itu " berlanjut satu minggu berlalu , dengan perasaan gembira yuka pun berlari menuju sekolahnya ,, ia bernyanyi di sepanjang larinya . namun perasaannya hancur ketika melihat amara sedang tertawa dengan satria . yuka terdiam lama, namun dengan seulas senyum paksaan yuka mendekati amara dan satria . "ciee.. yang pedekatean ,, ko aku ngga tau yaa??" "hei.. apa maksud kamu ? kami hanya bicara"tegas satria . "ah..iya, kami tidak ngpa-ngpain.." amara juga ikutan bicara , tapi mukanya sudah tampak merah. "amasa?? tapi ko ada yang mukanya merah yaa?? sypa ya??"seraya yuka melirik amara , dan satria yg telah mengerutkan keningnya tanda bingung . "ah ehm.. itu.. eh anu.. , ah ya tadi aku berlari ke sekolah" amara mencari alasan menutupi kebenarannya. "ah , baiklah .. aku tidak akan mengganggu . aku pergi dulu deh .. selamat berjuang amara" Satria menatap yuka yang menjauh , dia merasa aneh dengan sikap yuka pagi ini . tapi ia berusaha tidak memikirkannya . lain hal dengan amara yang sedari tadi senyam senyum sendiri . Setelah yuka pergi , amara memutuskan untuk menyatakan perasaannya kepada satria . bukannya kaget , bahagia , sedih atau ekspresi apalah itu , tapi satria tetap berekspresi datar . "oh .. bagaimana dengan persahabatan kita?" tanya satria memecah keheningan . "ya.. kita bertiga tetap sahabat , namun hanya kita berdua yang beda" "aku belum pernah membayangkannya , tapi kurasa...." "ah.. sebaiknya kamu jawab nanti , aku pergi dulu yaa " amara memotong perkataan satria yang belum selesai , ia tak bisa lagi menahan tangisnya , karena dari awal pembicaraan tadi satria tidak terlalu memedulikannya. Melihat amara begitu ,, satria malah bingung sendiri ,, bagaimana mungkin dalam satu hari ia dibuat bingung oleh dua orang wanita yang bahkan sahabatnya itu . dengan otak yang masih memikirkan kejadian tersebut satria pun bergegas ke kelas , karena bel telah dibunyikan . di dalam kelas , setelah dua hari berlalu kejadian itu . yuka menerima sebuah surat di mejanya , kepada yuka.. aku tidak tahu harus memulai dari mana , tapi .. kamu tau, aku tidak bisa melanjutkan perasaan ku ini padanya , bukan rasa percaya diriku yang hilang , tapi aku merasa satria tidak menyukaiku . aku tidak mau cintaku bertepuk sebelah tangan , walau sebenarnya aku belum mendengar satriq menolakku atau bahkan menerimaku . yuka .. aku juga sudah tau ternyata kamu juga mencintainya , bahkan sebelum aku . maaf .. aku tidak sengaja membaca diari mu 2 hari yang lalu tepat sesudah kejadian antara aku , kamu dan dia.
yuka.. sebenarnya aku tahu bahwa satria juga mempunyai sebutir cinta untukmu .. aku merahasiakannya darimu.
aku jahat , tapi aku tidak bisa melukai perasaan ku sendiri melihat kalian saling mencintai . oleh itu , aku telah memutuskan untuk pindah ke paris mengikuti kakak ku . kamu tau , saat kamu membaca surat ini mungkin aku telah jauh ..
maaf aku tidak bilang sebelumnya..
tetapi aku ingin kalian bersatu , aku mohon jangan kawatirkan aku .. aku pasti senang melihat kalian senang . ayo yuka .. katakan perasaan mu ya :)
sahabatmu.. Amara
Yuka tidak tau harus berkata apa , entah senang karena satria juga mencintainya , atau malah sedih karena amara merelakan hatinya demi dia . seraya berlamun lama , tiba tiba terdengar seseorang yang berlari memanggil namanya . orang itu seperti panik , bahkan tergesa gesa sekali . ya .. orang itu adalah satria .
"yuka.. apa sebenarnya terjadi?" "kamu... aku tidak tahu" yuka masih berada dalam lamunannya. "hhh.. ayo ikut aku" satria tidak tahan lagi , ia segera menarik yuka untuk mengikutinya. Sebagaimana yuka, ia hanya menurut saja . ia sudah tidak tahu lagi akan lingkungannya saat ini. hah?ternyata satria mengajaknya ke kelas amara.. ada apa ini ?? berbagai perasaan berkecamuk di hatinya, ada sedih ,panik dan entah apalah itu. "hhh..benar , amara pergi.. dia tidak ada" "amara?pergi? .. aku..aku fikir ini mimpi" yuka berkata dengan sangat pelan. "yuka.. apa yang akan kita lakukan?" "kita kejar dia.. dia belum jauh..." yuka menarik tangan satria keluar. "yuka.. sebentar lagi ulangan." satria berusaha menahan tangan yuka. "aku lebih tidak bisa lagi melihat amara pergi meninggalkan kita, sebelum tahu semuanya". "tapi... yuka.." "baiklah, aku akan pergi sendiri , jika kamu masih bersikeras di sini." yuka tidak peduli lagi , pada satria . saat ini yang ia pikirkan hanya amara. yuka pun berlari keluar sekolah , tanpa membawa tasnya yang masih terletak di bangku kelasnya. satria yang masih terdiam , memutuskan mengikuti yuka yang sudah berlari jauh . "yuka tunggu , aku yang mengantarmu.." "kamu yakin ? " "ia.. ayo ,, ah, tunggu sebentar . tadi mama amara menelfon , dan menyuruh kita ke rumah sakit." "ke rumah sakit? sypa yang sakit..?" "aku tidak tahu , tapi ayolah" satria bergegas mengambil motornya , dan menyuruh yuka naik di belakangnya. tapi kelancaran kabur dari pembelajaran mereka terhalang oleh satpam di depan pagar. "waduh.. piye toh mas , mbak ?? orang udah mau masuk gini .. la, ko pada kluar??" "maaf pak , ada keperluan mendadak" "ora iso .. ayo ayo masuk lagi... ora' boleh ngelawan" "hei .. pak, mbak sri ke sini tuh" yuka mengalihkan petanyaan dengan mengucapkan nama pembantu yang disukai pak satpam tersebut. yuka sudah lama tau tentang mereka. "baiklah , kita pergi sekarang" satria menyalakan mesin motornya. "kamu tau apa yang kamu lakukan tadi ?" satria tertawa menanyakan hal yang barusan terjadi. "yah.. aku tahu .. tapi ini penting bukan?"yuka tetap berkata datar.. sambil mengangkat bahu , satria tetap fokus dalam perjalanannya. setelah tiba di rumah sakit . , yuka dan satria berlari masuk ke dalam , ia melihat dan mendekati orang tua amara yang menangis di luar pintu rawatnya. "ah, kalian sudah datang rupanya"sapa papa amara , sambil memeluk istrinya yang terisak. "a..apa yang terjadi om, tante? dimana amara? bukankah seharusnya hari ini dia ke paris?" yuka tampak bingung namun juga panik. "tidaak.. itu tidak benar, sekarang masuklah. amara telah menunggu kalian di dalam". "ah apa? jadi yang di dalam amara..?"air mata yuka tak dapat dibendung lagi. papa amara hanya mengangguk menjawab pertanyaan yuka . dan yuka pun bergegas ke dalam , dan diikuti oleh satria. Yuka dan satria benar benar tidak percaya , dengan apa yang terjadi . ia melihat amara dibalut perban sana sini .. dan selang selamg panjang mengelilinginya. namun masih terlihat di wajah amara , bahwa ia tersenyum pada yuka dan satria. tentu yuka dan satria tidak bisa membalas senyum amara tersebut , bahakn yuka malah menangis . "heii...satria , yuka . apa kabar?" dengan suara yang diusahakannya terdengar kencang ia menyapa yuka dan satria yang diam sejak tadi. ia memiringkan kepalanya sedikit melihat yuka yang menangis. "oh.. apakah aku membuatmu menangis? kenapa? lihat aku.. aku tersenyum.." "amara... "yuka segera memeluk amara dalam tangisnya. "apa apaan kamu .. kamu bilang kamu ke paris.. tapi malah..."satria memecah keheningan diantara mereka. "oh .. itu maafkan aku , tapi mungkin ini rencana tuhan." amara tetap tersenyum menjawabnya. "dasar bodoh .. mengapa kamu masih sempat tersenyum di saat seperti ini, dan berkata ini rencana tuhan dengan polosnya .. kamu mau melihat kami mati dengan kebingungan dengan sikapmu ini?."sela satria . "terus.. apa aku harus menangis? kamu lihat semua keluarga ku telah menangis , ditambah yuka. dan aku tidak ingin menambah kesedihan mereka.."suara amara terdengar bergetar . "amara.. kamu tenang ya, kita pasti samasama lagi." yuka berkata sambil melepas pelukannya . "tidak yuka, tidak... aku hanya sebentar lagi di sini.." "apa maksudmu? kamu mau kemana lagi?" "aku... hah.." nafas amara telah tercekat. mungkin ini akhir hidupnya. yuka dan satria tersentak dan mendekat . "amara.. kamu tidak apa apa?" "ah ya aku tak apa.. satu lagi permohonan ku" dengan suara yang sangat pelan amara menarik tangan satria dan yuka. "kalian bahagia ya selama aku pergi. aku pasti bahagia juga melihat kalian bahagia." yuka menangis menjadi dan dirangkul satria .. seling beberapa saat , amara pun benar benar pergi meninggalkan mereka semua... setelah seminggu amara pergi, semua sudah biasa dengan kehidupannya, walau masih terbesit kerinduan dengan amara. dan juga , sekarang satria dan yuka telah jadian sesuai permintaan humori. saat yuka hendak duduk di kursinya, ia melihat amplop yang terletak di sana. ia segera duduk dan membaca amplop itu .ia terkejut setelah melihat isinya.. kepada yuka & satria haii... cie cie cuit cuit..ahaha yang sudah jadian nih.. aku senang sekali , kalian tahu aku sudah tahu semua ini akan terjadi. sbelum aku pergi , aku menitipkan surat ini ke mama. dan memintanya memberikan kepada kalian , jika aku benar benar pergi , kalian juga benar benar jadian . dan ini akhirnya begini bukan.. oh ya..kamu ingat , kapan pertama kali kita bertemu? ya.. saat itu hari hujan.. tepatnya di gedung tk kita dulu , dan tidak ada diantara kita yang membwa payung. lalu satria mengajak kita hujan hujanan.. aku langsung mengiyakan.walau belum kenal kalian haha... dan satria semakin semangat mengajak kita. yang semula kamu takut , bahwa tiba tiba saja orang asing mengajakmu hujan hujanan , sebenarnya aku juga begitu , tapi sekarang kamu juga ikutan..haha lucu ya.. duh... banyak deh ingatanku saat kita semua bersama. indah sekali. tapi tempat ku sekarang jauh lebih indah lagi bagiku.. satria , yuka .. aku tidak akan pergi jauh ko.. aku selalu melihat kalian. aku juga selalu ada di hati kalian... ingat itu ya.. aku sayang kalian, selamanya .. ingat kan yuka , sahabat itu tetap abadi walau kita tidak tahu apa yang terjadi nanti . kalian juga boleh mencari penggantiku. tapi , tolong jangan lupakan aku ya?? :) aku cinta kalian. selamanya.. Sahabat--> satria&yuka AMARA Setelah membaca surat itu , tidak terasa satria juga sudah ada di situ. ia merangkul yuka yang menangis menutup surat itu.. "yuka.. amara melihat kita lo.." "hah? eh iya aku tahu" sahut yuka sambil tersenyum. "dia benarbenar sahabat yang baik bukan...?" "ia.. amara.. sangat sangat baik... bahkan lebih baik dari apapun" "dan kita tidak akan melupakannya " "ia.. selamanya...sampai kita juga mengikutinya" mereka berdua tersenyum , sambil menerawang jauh.... semua telah berakhir.. dan kehidupan dimulai kembali... BY:SHANTI HARYANI |
The Disclaimer underlined, bold blockqoute
Navigations! Let's Talk!
The Credits!
Template by : Shanti Maurery
Basecode by : Kanega Full Edited : Shanti Haryani
|